
Jumat, 31 Okt 2008
Hari ini seperti biasa, ngucap syukur ketambahan umum sehari, Thanx God, untuk itu waktunya mulai hidupbaru.
Kemarin kemarin banyak hal yang ngak terpikitrkan singgah ke otakku, kok bisa ya ada orang yang punya hati dengki dan iri, dan kadang kok bbisa ya ada orang yang punya dendam yang ngak terbatas serta kok bisa ya ada orang yang saking cintanya bisa membunuh orang yang dicintainya. hari selasa lalu, aku sempat ketemu dengan salah satu pembunuh yang bisa dikatakan sadis banget. Karena cinta ditolak, Asdar (18) membunuh Santi (28) Ibu guru yang nagjar di daerahnya Ratatotok, minggu lalu.
My God, apa bisa hati manusia kini nga ngrasa kasihan dengan sesamanya. Sangat sangat pedih, karena di ceritain si Asdar, dia memang saat kejadian marah wktu kata cintanya ditolak, mata dan hati dah jadi hitam, cinta berubah jadi kesumat, 10 tikaman langsung di dada, puas lihat yang dikasihi nya jatuh bersimbah darah, gairah kesumat pun hadir, perkosaan aas tubuh yang bersimbah darah pun jadi kesenangan yang memuaskan. "Apa ngana pe mau so Asdar, kyapa sampe bagini," lirih pilu yang keluar dari tenggorokan Santi tak menyurutkan Asdar untuk terus dengan perbuatan kejamnya. puas menikmati tubuh bersimbah darah, kembali 13 tikaman menghabisi nyawa yang dicintainya. "Berani berbuat berani bertanggungjawab,"kalimat Asdar sesaat sebelum berakhir wawancara ku di sel Polres Minsel.
Hatiku hancur, ya Tuhan, dia patut dikasihi, nilai kasih pada Asdar telah punah, tatapan matanya bukan tatapan manusia yang memiiliki perasaan lagi.
Satu hal bisa ku lakukan hanya doa doa doa dalam hati buat Asdar, agar dia bisa berubah kembali seperti orang kebanyakan.
Amin amin amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar